tv bersama

Seorang Ulama Irak Berumur 70 Tahun Wafat Terkena Virus Corona

Seorang Ulama Irak Berumur 70 Tahun Wafat Terkena Virus Corona

Seorang ulama di Irak berumur 70 tahun wafat terkena virus Corona. Ulama itu satu diantara dua masyarakat Irak yang terkena virus Corona sudah jalani karantina sebelum wafat.  Seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (5/3/2020), Otoritas kesehatan Irak, pada Rabu (4/3) menginformasikan dua kematian pertama di negara itu selesai terkena virus Corona, satu di Ibu Kota Baghdad serta satu yang lain di daerah otonomi Kurdi. Seorang ulama muslim berumur 70 tahun wafat di hari itu, kematian pertama dari wabah Corona dimana 31 orang sudah terinfeksi di negara itu.

Seorang jubir otoritas kesehatan daerah otonomi Kurdi menjelaskan ulama itu sudah dikarantina di timur laut kota Sulaimaniyah agen sbobet sebelum wafat. Menurut beberapa sumber lokal, dia belakangan ini berjumpa dengan masyarakat Irak yang kembali dari Iran, yang sudah mencatat wabah paling mematikan ke-3 di luar China. Kematian ke-2 dari virus Corona baru dipublikasikan selanjutnya di hari itu oleh Kementerian Kesehatan Irak, yang menjelaskan dalam satu pengakuan jika mendiang ada di Baghdad serta menanggung derita ‘kekurangan imunitas’.

Pemerintah Irak sudah tutup tepian darat dengan Iran serta melarang masuknya masyarakat negara asing yang melancong dari sana serta beberapa negara lain yang terserang efek kronis. Sekolah, kampus, bioskop, cafe, serta beberapa tempat umum yang lain di Irak sudah diperintah untuk ditutup sampai 7 Maret 2020 untuk menahan penebaran virus Corona.

Baca juga : Bocoran AOV: Rouie, Dukungan Baru Yang Punya Potensi Teleportasi!

Menyikapi kematian di daerah Kurdi, Gubernur Sulaimaniyah, Haval Abu Bakr menjelaskan pada wartawan jika semua tindakan demonstrasi di propinsi itu akan dilarang sesaat serta jika semua laga sepak bola saat ini akan diselenggarakan dengan tertutup. Otoritas keagamaan ditempat menginformasikan larangan salat massal sesaat, terhitung di hari Jumat, sampai pemberitahuan selanjutnya.

Wabah ini sudah menyebabkan kecemasan publik di golongan masyarakat Irak yang menjelaskan skema perawatan kesehatan negara yang dirundung perang tidak bisa mengatasi epidemi itu. Banyak rumah sakit di Irak yang tidak mempunyai perlengkapan atau rusak sesudah gelombang perselisihan yang berurutan.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *