Dituduh Korupsi, Pertama Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Dituduh Korupsi, Pertama Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Pertama Menteri Israel Benjamin Netanyahu menampik tuduhan korupsi terhadapnya, serta bersumpah tidak mundur. Dalam pertemuan wartawan seperti ditayangkan tv lokal, Netanyahu menunjuk ada “usaha kudeta” untuk menjatuhkan pemerintahannya. Pertama Menteri dari Partai Likud itu menyebutkan, tuduhan korupsi yang ditemuinya “salah” dan sarat akan “muatan politis”.

Apa yang sedang berlangsung ialah usaha kudeta menantang PM. Object dari penyelidikan ini ialah singkirkan sayap kanan dari pemerintahan,” tuturnya. Dalam pidato berdurasi 15 menit seperti dikabarkan AFP serta BBC Kamis (21/11/2019), ia menunjuk otoritas penegak hukum lakukan bias. “Mereka tidak berupaya memburu keadilan. Yang mereka kejar itu saya,” tuturnya. Ia juga mengatakan agar beberapa penyelidik diselidiki. Benjamin Netanyahu bersumpah tidak mundur walau nanti tanggal pengadilan diputuskan, serta desakan terhadapnya jadi membesar. “Saya selalu pimpin negeri ini, berdasar hukum yang berlaku. Saya tidak biarkan kebohongan menang,” kata Netanyahu. Awalnya, Jaksa Agung Avichai Mandelblit mengatakan menuntut Netanyahu dengan tindakan penyuapan, pemalsuan, serta penyimpangan jabatan. Ia disangka terima hadiah dari entrepreneur kaya, serta lakukan rangkaian pekerjaan amal cuma untuk meningkatkan citranya di mata media. Mandelblit menjelaskan, ia membuat ketetapan itu dengan “berat hati”. Tetapi, dia memperjelas jika tidak ada orang yang ada di atas hukum Israel.

Baca juga : Gerhana Matahari Keseluruhan Akan Berlangsung di 2 Wilayah di Aceh, Ini Pesan Kemenag

Penegakan hukum bukan mengenai pilihan. bukan masalah sayap kanan atau kiri atau tersangkut pandangan politik,” kata Mandelblit. Netanyahu tak perlu mengundurkan diri dari jabatannya sebelum diputus bersalah. Tetapi yang tentu, desakan terhadapnya akan deras mengalir. PM berjuluk Bibi itu akan jadi orang nomor satu Israel pertama yang terjegal masalah korupsi saat masih menempati jabatannya. Berita itu berlangsung sesudah sekutu dekat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu hadapi kritis politik di pemerintahannya. Hampir satu tahun Israel tanpa ada pemerintah, sesudah baik Netanyahu atau lawannya, Benny Gantz, tidak dapat membuat konsolidasi kabinet.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *