Demonstrasi Tahun Baru Hong Kong Sampai Debat Laut Natuna RI-China

Demonstrasi Tahun Baru Hong Kong Sampai Debat Laut Natuna RI-China

Beberapa momen berlangsung di beberapa penjuru dunia pada Rabu (1/1) tempo hari. Dari mulai pengunjuk rasa serta polisi Hong Kong bentrokan waktu perubahan tahun sampai debat RI-China masalah pelanggaran daerah di Laut Natuna. CNNIndonesia.com meringkas beberapa insiden itu dalam kilas internasional.

1. Unjuk Rasa waktu Tahun Baru di Hong Kong Kacau

beberapa puluh ribu masyarakat Hong Kong pilih turun ke jalan mengadakan tindakan demonstrasi waktu tahun baru. Demonstrasi besar ini selesai kacau serta bentrokan dengan kepolisian. Beberapa pengunjuk rasa bergabung serta lakukan pawai yang dipanggil ‘Suck the Eve’ serta ‘Shop with You’ yang menyengaja diadakan waktu Tahun Baru. Tindakan demonstrasi ini adalah sisi dari pergerakan pro-demokrasi, saat diurungkannya RUU ekstradisi.

Dikabarkan AFP, tindakan demo yang bermula damai ini pecah waktu masuk distrik Wan Chai. Polisi anti huru-hara lalu tembakkan gas air mata serta semprotan merica untuk membuyarkan kerumunan. Sesaat demonstran lemparkan bom molotov. Pendemonstrasi yang kenakan pakaian hitam serta bertopeng itu langsung mempersiapkan barikade genting. Tindakan demonstrasi ini adalah kelanjutan dari demonstrasi yang dikerjakan juta-an orang semenjak Juni 2019. Mulai sejak itu, polisi sudah tangkap 6.500 orang yang terjebak demonstrasi itu.

Sampai sekarang belum kelihatan pertanda demonstrasi akan selesai. Walau sebenarnya, Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam sudah putuskan mencabut RUU Ekstradisi yang awalnya jadi penyebab perselisihan. Tetapi, demonstran masih punya beberapa tuntutan yang tidak diterima Lam.

2. Indonesia-China Sama-sama Klaim Kedaulatan di Laut Natuna

China menampik protes Indonesia yang menunjuk kapal ikan Tiongkok sempat masuk perairan Natuna, Kepulauan Riau, dengan ilegal belakangan ini. Beijing memperjelas jika faksinya punya kedaulatan di daerah Laut China Selatan dekat perairan Natuna, Kepulauan Riau, hingga kapal-kapalnya bisa berlayar dengan bebas di lokasi itu. “China punya kedaulatan atas Kepulauan Nansha serta punya hak berdaulat serta yurisdiksi atas perairan dekat sama Kepulauan Nansha (yang terdapat di Laut China Selatan),” kata jubir Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam temu wartawan teratur di Beijing pada Selasa (31/12), seperti diambil dari situs Kementerian Luar Negeri China.

Baca juga : Jakarta Tenggelam Karena Hujan Di Malam Tahun Baru

Geng memperjelas China punya hak historis di Laut China Selatan. Menurut dia, nelayan-nelayan China sudah lama melaut serta cari ikan di perairan itu serta seputar Kepulauan Nansha, yang menurut Indonesia masih adalah zone ekonomi mewah (ZEE) Indonesia.

Indonesia menampik dengan tegas klaim China yang akui punya kedaulatan atas perairan di dekat Kepulauan Nansha, Laut China Selatan, yang bersebelahan langsung dengan Laut Natuna, Kepulauan Riau. Lewat pengakuan pada Rabu (1/1), Kementerian Luar Negeri RI menjelaskan daerah yang diklaim China itu masih adalah zone ekonomi mewah (ZEE) Indonesia. Jakarta memandang klaim historis Beijing masalah perairan itu tidak punya fundamen hukum serta belum pernah disadari oleh hukum internasional. “Klaim historis China atas ZEE Indonesia dengan fakta jika beberapa nelayan China sudah lama melakukan aktivitas di perairan disebut berbentuk unilateral, tidak punya fundamen hukum serta belum pernah disadari oleh UNCLOS 1982,” tutur Kemlu.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *